Pertemuan ke tujuh ( meresume)

 KEBENARAN ILMIAH

     

A.Pengertian Kebenaran
     

    Secara etimologi, kata kebenaran dapat diartikan sebagai keadaan atau hal yang cocok dengan keadaan atau hal yang sesungguhnya, sesuatu yang sungguh-sungguh atau benar-benar ada, kelurusan hati, jujur. Dalam bahasa Inggris kebenaran disebut truth, treowth (kesetian).sedangkan,Dalam bahasa Arab kebenaran disebut al-haq yang diartikan dengan naqid al-batil.  Dan dalam kamus bahasa Indonesia kata kebenaran menunjukkan kepada keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya, sesuatu yang sungguh-sungguh adanya.

   Menurut Abbas Hamami, kebenaran artinya proposisi yang benar. Proposisi maksudnya adalah makna yang dikandung suatu pernyataan atau statement. Kebenaran tidak dapat terlepas dari kualitas, sifat, hubungan, dan nilai, maka tidaklah berlebihan jika setiap subjek memiliki pengetahuan akan persepsi dan pengertian yang amat berbeda. Menurut Harold H, kebenaran adalah kesetiaan putusan-putusan dan ide-ide pada fakta pengalaman atau pada alam sebagaimana apa adanya, akan tetapi sementara kita tidak senantiasa dapat membandingkan putusan kita itu dengan situasi aktual, maka ujilah putusan kita itu dengan putusan-putusan lain yang kita percaya sah dan benar

   FH. Bradly penganut faham idealisme mengatakan bahwa kebenaran ialah kenyataan,karena kebenaran ialah makna yang merupakan halnya dan kenyataan juga merupakan halnya.maka kebenaran tidak terlepas dari tiga hal, yaitu :

1 . Kebenaran berkaitan dengan kualitas pengetahuan. Maksudnya bahwa setiap pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang mengetahui suatu objek ditilik dari jenis pengetahuan yang dibangun. 

2. Kebenaran yang dikaitkan dengan sifat/karakteristik. 

3. Kebenaran pengetahuan yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan itu


 B. Teori-Teori Kebenaran

      Perkembangan pemikiran filsafat pembicaraan mengenai kebenaran sudah ada sejak masa Plato dan Aristoteles.Dalam Ilmu Mantiq disebut Al-Insanu Hayawanu Natiqun (Manusia itu adalah makhluk yang berpikir).Jadi manusia adalah makhluk rasional yang mempergunakan otaknya untuk berpikir secara rasional, dan dari hasil pemikiran yang rasional itulah kebenaran bisa didapat.Karena itu pada dasarnya manusia adalah makhluk pencari kebenaran.

    Teori-teori kebenaran yang telah berkembang adalah:

1 . Teori Koherensi (Coherence Theory)

     Koherensi berarti hubungan yang terjadi karena adanya gagasan yang sama. Teori ini banyak dianut oleh penganut idealism seperti : FH. Bradly (1946-1924)The Coherence Theory of Truh yang sering dinamakan The Consistence Theory of Truth

2. Teori Korespondensi (Correspondence Theory)
    

   White menyebut  teori ini sebagai teori yang paling tua (tradisional). Sebutan yang sama juga diberikan oleh Hornie8 yang mengatakan “The Theory of Correspondence is an old one”.  Kebenaran paham ini terletak pada kesesuaian hubungan antara pernyataan dengan obyek yang bersifat factual. Teori ini eksponen utamanya adalah Bertrand Russell (1 872-1 970)

3. Teori Pragmatisme (Pragmatic Theory)
   

    Term, Pragmatisme berasal bahasa Yunani, Pragma artinya dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, dan tindakan. Paham pragmatik merupakan pandangan filsafat kontemporer yang berkembang pada akhir abad 19. Teori ini dicetuskan oleh Charles S. Peire (1 839-1914) dan dikembangkan oleh ahli filsafat, diantaranya : William James (1842-1910), John Dewey (1 859-1 952), George Herbert Mead (1 863-1 931 ), dan C.I.Lewis.

4. Teori kebenaran Sintaksis.
    
    Teori ini bertitik tolak kepada keteraturan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan. Artinya suatu pernyataan benar jika pernyataan itu mengikuti aturan-aturan sintaksis yang baku.

5. Teori kebenaran Non-Deskripsi.

    Suatu pernyataan itu akan mempuyai nilai benar akan sangat tergantung pada peran dan fungsi pernyataan tersebut. Artinya sesuatu itu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan kehidupan sehari-hari.


C. Kebenaran Ilmiah 

     Kebenaran ilmiah tidak dapat dipisahkan dari karakteristik yang bersifat ilmiah.Adapun kata ilmiah (Scientific: Inggris) dapat diartikan sebagai sesuatu yang bersifat ilmiah, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan.Horold H. Titus menyatakan bahwa, kebenaran ialah sesuatu yang sesuai dengan fakta atau sesuatu yang selaras dengan situasi aktual.Kebenaran diberi batasan sebagai kesesuaian akal dengan kenyataan yang terjadi pada tarap pengalaman inderawi maupun akal budi, tanpa pernah sampai pada kesamaan yang sempurna yang dituju kebenaran dalam pengalaman manusia.

   Kebenaran ilmiah yang diwujudkan dalam ilmu pengetahuan atau sain dapat disebut sebagai ilmu jika memenuhi berbagai syarat. Syarat-syarat tersebut adalah objektivitas, metodologis, universal, dan sistematis, menegaskan bahwa kemandirian ilmu pengetahuan ilmiah sesungguhnya berkaitan dengan tiga norma ilmiah. Pertama pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang memiliki dasar pembenaran. Kedua pengetahuan ilmiah bersifat sistematis. Ketiga pengetahuan ilmiah bersifat intersubjektif.


D. Mencapai Kebenaran  

     Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang cenderung untuk mencari kebanaran. Dalam wacana dan perspektif filsafat pengetahuan, ada tiga metode pendekatan yang dapat digunakan untuk mencari kebenaran yaitu pendekatan agama, pendekatan ilmu pengetahuan, dan pendekatan filsafat


  1 . Kebenaran Agama

       Agama adalah tata aturan ilahi untuk mereka yang berakal, yang mau mempercayainya. Agama Islam adalah agama yang diwahyukan oleh Allah Swt, kepada RasulNya Muhammad Saw untuk disampaikan kepada seluruh manusia guna menjadi petunjuk kehidupan mereka. 

2. Kebenaran Ilmu Pengetahuan

    Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan itu sendiri.
  Proses pembuktian dalam ilmu tidak bersifat absolut, karena ilmu tidak bertujuan mencari kebanaran absolut, tetapi kebenaran yang bermanfaat bagi manusia. 

3. Kebenaran Filsafat
    
    Berpikir filsafati adalah berpikir sistematis dan logis dalam rangka mendapatkan kesimpulan yang dianggap benar, sehingga dianggap benar.Logika adalah suatu sistem untuk dapat mencapai kesimpulan yang benar, dan mengenai penalaran proposional logika simbolik telah menciptakan metode tabe kebenaran (Truth Table). 


E. Peran dan Fungsi Filsafat Ilmu dalam Mencari Arti dan Makna Kebenaran Ilmiah 

    Filsafat ilmu adalah sebagai refleksi yang tidak pernah mengalami titik henti dalam meneliti hakikat ilmu untuk menuju pada sasarannya, yaitu apa yang disebut sebagai kenyataan atau  kebenaran.Kebenaran dalam aliran Positivisme dan Utilitarianisme terwujud jika ilmu memberi justifikasi terhadap setia produk ilmu dari lembaga yang berwenang dan tidak terkait/terlepas dari nilai moral.
 
  Kebenaran ilmiah dalam ilmu mempunyai arti dan makna bahwa ilmu banyak dipengaruhi dan ditentukan oleh policy penguasa, untuk itu seharusnya policy penguasa mampu melindungi semua kepentingan masyarakat dan berusaha memuaskan atau menserasikan konflik kepentingan yang tumpeng tindih sehingga terjamin kehidupan manusia dan kehadiran ilmu menjadi sebuah kedamaian.
  
 

 

 

 

Komentar