pertemuan kelima (meresume)
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI DUNIA BARAT
A. Perkembangan Ilmu di Barat
1. Zaman Yunani Kuno
Yunani kuno sangat identik dengan filsafat yang merupakan induk dari dari ilmu pengetahuan. Padahal filsafat dalam pengertian yang sederhana sudah berkembang jauh sebelum para filosof klasik Yunani menekuni dan mengembangkannya. Filsafat di ibaratkan sebagai pembuka pintu-pintu aneka ragam disiplin ilmu yang pengaruhnya terasa hingga sekarang. Menurut Bertran Russel " diantara semua sejarah, tak ada yang begitu mencengangkan atau begitu sulit di terangkan selain lahirnya peradaban yunani secara mendadak".
Seiring dengan berkembangannya waktu, filsafat dijadikan sebagai landasan berfikir oleh bangsa Yunani untuk menggali ilmu pengetahuan , sehingga berkembang pada generasi-generasi setelahnya. Karena itu, periode perkembangan filsafat yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia.Zaman ini berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude ( suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis),dan tidak menerima pengalaman yang di dasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima begitu saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya.
Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan yang terkemuka ialah :
a) Socrates (469 SM-399 SM )
Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya mengajari Aristoteles. Sumbangsih Socrates yang terpeting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang di kenal sebagai metode elenchos, yang banyak di terapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. karena itu , Socrates di kenal sebagai sebagai bapak sumber etika atau filsafat moral , dan juga filsafat secara umum.
b) Plato (427 SM-347 SM)
Ia adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal adalah Republik (politeia) dimana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan ideal. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. 0Plato, yang hidup di awal abad ke 4 SM adalah seorang filsuf earlist (paling tua) yang tulisan tulisnnya masih menghiasi dunia akademisi hingga saat ini.
c) Aristoteles (384 SM-322 SM)
Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia memberikan konstribusi di bidang metafisika , fisika , etika , politik . ilmu kedokteran dan ilmu alam.Masa keemasan keilmuan bangsa yunani terjadi pada masa Aristoteles(384-322SM). Ia berhasil menemukan pemecahan persoalan persoalan besar besar filsafat yang di persatukannya dalam satu sistem : logika ., matematika . fisika , dan metafisika. Logika Aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang di sebut silogisme.
Sebelum masuk periode islam ada yang menyebut sebagai periode pertengahan. Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M. Zaman ini di sebut dengan zaman kegelapan (The Dark Age).Zaman di tandai dengan tampilnya para Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Sehingga para ilmuwan yang ada pada zaman ini hampir semua adalah para Theolog. Pada zaman ini filsafat seringdikenal dengan sebagai Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama). Selain itu, yang menjadi ciri khas pada masa ini adalah dipakainya karyakarya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai pegangan
2. Zaman Renaissance
Renaissance berasal dari bahasa latin “Renaitre” yang berarti“hidup kembali” atau “Lahir kembali”. Pengertian Renaissance adalahmenyangkut kelahiran atau hidupnya kembali kebudayaan klasik Yunanidan Romawi dalam kehidupan masyarakat. Pengertian yang lebih spesifik, Renaissance diartikansebagai suatu periode sejarah dimana perkembangan kebudayaan Barat memasuki periode baru dalam semua aspek kehidupan masyarakat, seperti ilmu-ilmu pengetahuan, teknologi, seni dalam semua cabang, bentukbentuk sistem kepercayaan yang baru dan lain-lain.
Kata Renaissance pertama kali oleh Jules Michelet,seorang sejarawan Prancis yang lahir di abadi ke 18 dan mulai terkenaldidunia barat pada abad ke 19 karena karyanya yang berjudul “History of France”. Renaissance mempunyai arti penting dalam sejarah kebudayaanbarat, Renaissance adalah masa kekuasaan, kesadaran, keberanian,kepandaian yang luar biasa, kebebasan dan seringkali semua itu tidak ada batasnya.
- Dampak Renaissance:
1. Dampak positif•> adanya perubahan dalam bidang agama dan ilmu pengetahuan.
•> kebangunan kembali dari peradaban. Zaman ini membongkar hasil
peradaban Yunani-Romawi
•>Renaussance telah membenruk masyarakat perdagangan yang
berdaya maju.
•>tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian individu.
•> Renaissance telah melahirkan tokoh-tokoh perubahan di Eropa.
•>mendorong pencarian daerah baru sehingga berkobarlah era
penjelajahan samudra.
•>Eropa pada periode ini benar-benar mendapat ancaman dari orangorang Arab.
•>munculnya isu yang disebut kontroversi ikonoklastik yang berisi
bahwa apakah imaji-imaji tentang Tuhan,Kristus, dan sangat perawan
Maria serta orang-orang suci baik dalam bentuk gambar maupun
patung boleh dipergunakan di dalam misa atau tidak
•>Fante Alighiere (1265-11321 M)
•> Lorenzo Valla (1405-1457 M)
•> Niccolo Machiavelli (1469-1527 M)
•>Boccacio (1313-1375 M)
•>Fanscesco Petrarca (1304-1374 M)
gambaran yang ada dalam akal adalah salinan dari yang asli yang terdapat di luar akal. Aliran ini dipelopori oleh Herbert Spencer (1820-1903).
pernyataan, maksudnya dapat dimengerti.
ii) Kita tahu bagaimana menguji kebenarannya.
iii) Mempunyai cukup bukti yang memadai untuk mempercayai dan
menerimanya.
pengetahuan yang terkandung dalam teori tersebut berkorespondensi sesuai dengan objek yang dirujuk oleh pernyataan tersebut atau dengan kata lain sesuatu dianggap benar apabila sesuai dengan materi yang dikandung oleh suatu pernyataan dengan objek yang dikenai pernyataan tersebut.
Apabila ada konsistensi dalam alur berfikir, maka kesimpulan yang diambil adalah benar. Sebaliknya jika argument yang ada tidak konsisten, maka kesimpulan yang diambil adalah salah. Secara
keseluruhan argument yang bersifat konsisten tersebut juga harus bersifat koheren untuk dapat disebut benar.
(3) Teori Kebenaran Pragmatis:Teori ini berpandangan suatu teori dikatakan benar bila teori
keilmuan mampu menjelaskan, menggambarkan, mengontrol dan menjawab suatu gejala. Pada intinya suatu dikatakan benar jika bermanfaat memecahkan masalah.
.
Komentar
Posting Komentar