pertemuan ke dua belas (meresume)
DASAR AKSIOLOGI KEILMUAN
A. Pengertian Aksiologi keilmuan
Menurut bahasa Yunani, Aksiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi Aksiologi adalah teori tentang nilai. Aksiologi bisa juga disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Dalam pemikiran filsafat yunani, studi mengenai Nilai ini mengedepankan dalam pemikiran plato mengenai idea tentang kebaikan, atau yang lebih dikenal dengan summum bonum (kebaikan tertinggi).Menurut Wibisono aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika, dan moral sebagai dasar normative penelitian dan panggalian, serta penerapan ilmu.
Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Jadi aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula.
Hakikat aksiologi ilmu : Hakikat ilmu dipandang dari sudut aksiologi adalah cara penggunaan atau pemanfaatan pengetahuan ilmiah. Asas dalam keilmuan tersebut digunakan atau dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia.Aksiologi ilmu adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.Dalam encyclopedia of philosophy dijelaskan bahwa aksiologi disamakan dengan value dan valuation. Ada 3 bentuk value dan valuation, yaitu:
1. Nilai, digunakan sebagai kata benda abstrak.Dalam pengertian yang lebih sempit seperti: baik, menarik, dan bagus.
2. Nilai sebagai kata benda konkret Contohnya ketika kita berkata sebuah nilai atau nilai-nilai. Ia sering kali dipakai untuk merujuk kepada suatu yang bernilai, seperti nilainya, nilai dia, dan sistem nilai dia.
3. Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai dan dinilai.
Menurut Bramel aksiologi terbagi tiga bagian :
1.
Moral
conduct, yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus yaitu
etika.
2.
Estetic
expression, yaitu ekspresi keindahan, bidang ini melahirkan keindahan.
3.
Socio-politcal
life, yaitu kehidupan social politik, yang akan melahirkan filsafat sosial
politik.
B.
Hubungan
Aksiologi dengan filsafat ilmu
Kaitan antara aksiologi dengan filsafat ilmu adalah nilai untuk bersifat subjektif, di katakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. Tolak ukur suatu gagasan bearada dalam objeknya, bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta. Sebaliknya, nilai menjadi subjektif, apabila subjek berperan dalam memberi penilaian; kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian.
Seorang ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang idiologis, agama, dan, budaya. Ketika seseorang bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan tujuannya agar penelitiannyaberhasil dengan baik. Nilai objetif hanya menjadi tujuan utamanya dia tidak mau terikat pada nilai subjektif.
C. Implikasi Aksiologi dalam Pendidikan
Implikasi aksiologi dalam dunia pendidikan adalah untuk menguji dan mengintegrasikan nilai-nilai dalam kehidupan manusia dan membinakannya dalam kepribadian peserta didik. Pendidikan harus memberikan pemahaman/pengertian baik, benar, bagus, buruk dan sejenisnya kepada peserta didik secara komprehensif dalam arti dilihat dari segi etika, estetika dan nilai sosial.Ajaran Islam merupakan perangkat system nilai yaitu pedoman hidup secara Islami, sesuai dengan tuntunan Allah SWT. Aksiologi Pendidikan Islam berkaitan dengan nilai-nilai, tujuan, dan target yang akan dicapai dalam pendidikan Islam. Sedangkan tujuan pendidikan Islam menurut Abuddin Nata adalah untuk mewujudkan manusia yang shaleh, taat beribadah dan gemar beramal untuk tujuan akherat.
D.
Nilai dalam Aksiologi
Dalam aksiologi ada dua komponen yang mendasar, yaitu etika dan estetika.
1. Etika
Istilah etika bersasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat kebiasaan. Etika adalah cabang filsafat aksiologi yang membahas masalah-masalah moral. Kajian etika lebih fokus pada perilaku, norma, dan adat istiadat yang berlaku pada komunitas tertentu
2. Estetika
Estetika merupakan bidang studi manusia yang mempersoalkan tentang nilai keindahan.Maksudnya adalah suatu objek yang indah bukan semata-mata bersifat selaras serta berpola baik melainkan harus juga mempunyai kepribadian.
E.
Fungsi
Aksiologi
Aksiologi ilmu pengetahuan sebagai
strategi untuk mengantisipasi perkembangan dan teknologi (IPTEK) tetap berjalan
pada jalur kemanusiaan. Oleh karena itu daya kerja aksiologi antara lain :
1.
Menjaga
dan memberi arah agar proses keilmuan menemukan kebenaran yang hakiki.
2.
Dalam
pemilihan objek penelaahan dapat dilakukan secara etis, tidak mengubah kodrat
manusia, dan tidak merendahkan martabat manusia.
3.
Pengembangan
ilmu pengetahuan diarahkan untuk dapat meningkatkan taraf hidup yang
memperhatikan kodrat dan martabat manusia serta memberikan keseimbangan alam
lewat pemanfaatan ilmu.
Komentar
Posting Komentar