pertemuan ke sebelas (meresume)
DASAR EPISTEMOLOGI KEILMUAN
A. Pengertian Epistemologi
Secara etimologis, epistemologi merupakan gabungan kata dalam bahasa Yunani, yaitu episteme dan logos. Epiteme artinya pengetahuan sedangkan logos berarti pengetahuan sistematik atau ilmu.Epistemologi dapat diartikan sebagai suatu pemikiran mendasar dan sistematik mengenai pengetahuan.Cabang yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas pengetahuan dan kebenaran pengetahuan.epistemologi juga disebut dengan teori pengetahuan
Epistemologi sering dikaitkan dengan logika, yaitu ilmu tentang pikiran. Logika yang dimaksud di sini adalah logika mayor dan logika minor.Logika mayor mempelajari tentang pengetahuan, kebenaran dan kepastian yang sama dengan lingkup epitemologi. Sedangkan logika minor mempelajari struktur berpikir dan dalil-dalilnya seperti silogisme.
Brameld mendefinisikan epistimologi sebagai"epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-muridnya”. Disamping itu banyak sumber yang mendefinisikan pengertian epistemologi di antaranya:
a. Epistemologi adalah cabang ilmu filsafat yang mengenarahi masalahmasalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan.
b. Epistemologi adalah pengetahuan sistematis yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas, dan kebenaran pengetahuan (ilmiah).
Pengetahuan adalah bagian yang pentig dalam kehidupan manusia.Dalam hal ini ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan secara umum antara lain:
1. Nalar (rasio)
Secara etimologis, rasio bahasa Latin ratio yang berarti akal.Paham yang menganut sumber pengetahuan berdasarkan rasio yakni rasionalisme sangat menekankan akal sebagai sumber utama
pengetahuan manusia.sebenarnya akar akar pemikirannya sudah ditemukan dalam pemikiran para filsuf klasik, yaitu Plato (427 SM-347 SM) dan Aristoteles (384 SM-322 SM).
2. Pengalaman Indera (empiris)
Empiris berasal dari kata Yunani empeirikos artinya pengalaman. Aliran yang menganut kepercayaan bahwa sumber pengetahuan adalah empiris disebut empirisme. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi.
3. Authority (Otoritas)
Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Otoritas menjadi salah satu sumber pengetahuan karena pengetahuan suatu kelompok tertentu tergantung pada pengetahuan seseorang yang memiliki kewibawaan dan otoritas.
4. Intuisi
C. Epistemologi dalam Keilmuan
Dari segi epistemologi, filsuf Arab Maghribi (1213-1286) dan Mohammad Abied al-Jabiri (1935-2010), mengemukakan tiga pendekatan atau metode dalam epistemologi atau nalar Arab Islam. Pertama adalah pendekatan Al-Bayani atau interpretasi terhadap teks wahyu. Kedua, pendekatan Al-Burhani atau pendekatan rasional dengan mempergunakan ilmu pengetahuan. Dan ketiga metode Al-Irfani, yaitu metode yang berasal dari pengalaman hidup spiritual yang membentuk perilaku.
Metode Al-Bayani memang mendatangkan salah pengertian. Metode ini dianggap sebagai wujud "kemalasan berpikir", yang hanya mengklaim kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat terkandung dalam ajaran Islam.Di sini pendekatan Al-Bayani sejalan dan berintegrasi dengan pendekatan Al-Burhani. Pendekatan Al-Irfani terjadi apabila berbagai motif yang terkandung dalam Al-Quran sudah menjadi etos kerja kaum Muslimin.
D. Kebenaran Ilmu Pengetahuan
Dalam kajian filsafat ilmu, kebenaran dapat dibagi dalam tiga jenis menurut telaah dalam filsafat ilmu, yaitu sebagai berikut:
1. Kebenaran Epistemologikal: kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia, yang berkaitan antara subjek dan objek (kenyataan).
2. Kebenaran Ontologikal: kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat kepada segala sesuatu yang ada maupun diadakan.
3. Kebenaran Semantikal: kebenaran yang terdapat serta melekat di dalam tutur kata dan bahasa
Teori yang menjelaskan kebenaran epistemologis adalah sebagai berikut :
a. Teori Korespondensi
Menurut teori ini, kebenaran adalah kesetiaan kepada realita obyektif. Kebenaran adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta dan fakta itu sendiri, atau antara pertimbangan (judgement) dan situasi yang pertimbangan itu berusaha untuk melukiskan, karena kebenaran mempunyai hubungan erat dengan pernyataan atau pemberitaan yang kita lakukan tentang sesuatu.
b.Teori Koherensi (teori keteguhan)
Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Artinya pertimbangan adalah benar jika pertimbangan itu bersifat konsisten dengan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya, yaitu yang koheren menurut logika.
c.Teori Pragmatisme
Teori ini berpandangan bahwa sesuatu dianggap benar apabila berguna. Artinya, kebenaran suatu pernyataan bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Bagi pragmatisme ujian kebenaran adalah manfaat, kemungkinan dikerjakan atau akibat yang memuaskan.pragmatisme adalah suatu alirannyang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.
d. Teori Agama
Manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Salah satu cara untuk menemukan suatu kebenaran adalah melalui agama. Agama dengan karakterisitknya sendiri memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia, baik tentang alam, manusia, maupun tentang Tuhan.
Komentar
Posting Komentar