pertemuan ke tiga belas (meresume)
HUBUNGAN ETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
A.Pengertian Etika
Etika adalah cabang dari filsafat yang membicarakan tentang nilai baik buruk. Etika disebut juga Filsafat Moral. Etika membicarakan tentang pertimbangan pertimbangan tentang tindakan-tindakan baik buruk, susila tidak susila dalam hubungan antar manusia. Etika dari bahasa Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Sedangkan moral dari kata mores yang berarti cara hidup atau adat.
Moral lebih tertuju pada suatu tindakan atau perbuatan yang sedang dinilai, bisa juga berarti sistem ajaran tentang nilai baik buruk. Sedangkan etika adalah adalah pengkajian secara mendalam tentang sistem nilai yang ada, Jadi etika sebagai suatu ilmu adalah cabang dari filsafat yang membahas sistem nilai (moral) yang berlaku.
Dalam kehidupan sehari-hari pengertian etika sering disamakan dengan moral, bahkan lebih jauh direduksi sekedar etiket. Moral berkaitan dengan penilaian baik-buruk mengenai hal hal yang mendasar yang berhubungan dengan nilai kemanusiaan, sedang etika /etiket berkaitan dengan sikap dalam pergaulan, sopan santun, tolok ukur penilaiannya adalah pantas-tidak pantas.
Ada istilah lain yang berkaitan dengan moral, yaitu norma. Norma berarti ukuran, garis pengarah, aturan, kaidah pertimbangan dan penilaian. Norma adalah nilai yang menjadi milik bersama dalam suatu masyarakat yang telah tertanam dalam emosi yang mendalam sebagai suatu kesepakatan bersama. Norma ada beberapa macam: norma sopan santun, norma hukum, norma kesusilaan (moral), norma agama. Masing masing norma ini mempunyai sangsi.
B.Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan yang dalam bahasa Inggris science, bahasa latin scientia berarti mempelajari atau mengetahui. Ilmu pengetahuan berbeda dengan pengetahuan (episteme).
Menurut I.R. Poedjowijatno ilmu pengetahuan memiliki beberapa syarat:
(Abbas Hamami: 4)
a. Berobjek : objek material sasaran/bahan kajian, objek formal yaitu sudut pandang pendekatan suatu ilme terhadap objeknya.
b. Bermetode : prosedur/cara tertentu suatu ilmu dalam usaha mencari kebenaran.
c. Sistematis : ilmu pengetahuan seringkali terdiri dari beberapa unsur tapi tetap merupakan satu kesatuan. Ada hubungan, keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
d. Universal : ilmu diasumsikan berlaku secara menyeluruh, tidak meliputi tempat tertentu atau waktu tertentu.
Ilmu pengetahuan juga memilki beberapa sifat, yaitu:
1. Terbuka : ilmu terbuka bagi kritik, sanggahan atau revisi baru dalam suatu dialog ilmiah sehingga menjadi dinamis.
2. Milik umum : ilmu bukan milik individual tertentu termasuk para penemu teori atau hukum. Semua orang bisa menguji kebenarannya, memakai, dan menyebarkannya.
3. Objektif : kebenaran ilmu sifatnya objektif. Kebenaran suatu teori, paradigma atau aksioma harus didukung oleh fakta-fakta yang berupa kenyataan.
4. Relatif : walaupun ilmu bersifat objektif, tetapi kebenaran yang dihasilkan bersifat relative/tidak mutlak termasuk kebenaran ilmu-ilmu alam.
Nilai-nilai Dalam Ilmu Pengetahuan
Ada dua sikap dasar . Pertama kecederungan puritan-elitis, yang beranggapan bahwa ilmu itu beban nilai, bergerak sendiri (otonom) sesuai dengan hukum-hukumnya. Motif dasar dari ilmu pengetahuan adalah memenuhi rasa ingin tahu dengan tujuan mencari kebenaran. Sikap seperti ini dimotori oleh Aristoteles yang kemudian dilanjutkan oleh ilmuwan ilmuwan ilmu alam
C.Hubungan Antara Etika dan Ilmu Pengetahuan
a. Sikap ilmiah pertama yang harus dimiliki oleh setiap ilmuwan adalah kejujuran dan kebenaran.
b.Tanggung jawab.
c.Setia.
d.Sikap ingin tahu
e.Sikap kritis.
f.Sikap independen/mandiri
h.Sikap rela menghargai karya & pendapat orang lain.
i.Sikap menjangkau kedepan.
Etika sebagai salah satu cabang dalam filsafat akan memberikan arahan (guiedence) bagi gerak ilmu, sehingga membawa kemanfaatan bagi manusia.
D.Pengertian Penemuan dan Penelitian Ilmiah
1.Pengertian Penemuan Ilmiah
Penemuan ilmiah lahir untuk mengatasi kelemahan yang ada pada cara yang tidak ilmiah. Penemuan ilmiah dapat dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Pada dasarnya metode ilmiah mencakup induksi dari hipotesis-hipotesis berdasarkan pengamatan (observasi), deduksi dari implikasi hipotesis, pengujian implikasi-implikasi tersebut, dan konfirmasi (diterimanya) atau diskonfirmasi (ditolaknya) hipotesis.
Sebuah penemuan dikatakan ilmiah jika memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip analisa
4. Menggunakan hipotesa
5. Menggunakan ukuran Objektif
6. Menggunakan teknik kuantifikasi
Komentar
Posting Komentar